Menyoal Pipa Pancang Baja


Ir. Rony Ardiansyah, MT, IP-U.

Pengamat Perkotaan/Dosen Pasca Sarjana Teknik Sipil UIR

Pemilihan jenis pondasi untuk suatu bangunan teknik sipil tentu berdasarkan kebutuhkan, daya dukung dan stabilitas dari jenis pondasi tersebut. Pondasi tiang sendiri pun terdirti dari banyak jenisnya, para perencana mempunyai alasan-alasan sendiri untuk menentukan jenis tiang yang akan digunakan. Ada yang menggunakan tiang bor (bor plile). Atau, ada juga yang menggunakan tiang pancang. Pipa baja adalah salah satu jenis pondasi tiang pancang. Jenis-jenis tiang pancang secara spesifik, misalnya tiang pancang Besi H, atau tiang beton berpenampang persegi, segitiga, atau pun pipa beton pratekan (presstress).

Meskipun! Akhir-akhir ini, tahun 2010 yang baru saja berlalu, dentang palu pancang sudah jarang terdengar di Kota Pekanbaru. Memang, di kota-kota besar terutama di daerah yang padat bangunan, pondasi tiang pancang sudah dihindari. Pasalnya, efek getaran dan suara yang ditimbulkan relatif cukup mengganggu lingkungan. Meskipun belumtentu lebih baik! Penggunaan tiang pancang, khususnya tiang pancang pipa baja masih cukup efektif dan efisien pada pondasi jembatan dan bangunan lainnya.

Permasalahan umum yang menjadi pertimbangan dalam pemilihan jenis bahan pondasi tiang pancang, antara lain, kondisi tanah dan lokasi termasuk lingkungannya. Dalam hal ini, yang perlu dipertimbangkan menyangkut: harga, biaya transportasi, handling ke site, sistem penyambungan, ukuran, efek yang ditimbulkan saat pelaksanaan dan ketersediaan peralatan yang sesuai.

Namun demikian, apa pun material yang digunakan sebagai bahan pondasi tiang pancang, masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan. Tak terkecuali pipa baja. Dan tentunya, perancang sudah memperhitungkannya matang-matang.

Secara umum, untuk harga material di lokasi pabrik, pipa pancang baja relatif lebih mahal dari tiang pancang beton. Namun, biaya sampai pipa baja terpancang. Tentunya bukan harga material saja yang menentukan. Karena, ada beberapa faktor lain yang juga perlu dipertimbangkan. Antara lain, biaya-biaya handling, transportasi, pemancangan dan lain-lainnya.

Jadi, meskipun ada kelemahan berupa harga lebih mahal, apalagi ditambah dengan bahan proteksi terhadap karat, namun di segi lain, pipa baja memiliki beberapa kelebihan. Misalnya, potongan sisa-nya selalu bisa disambung, sehingga, bisa menekan pemborosan akibat ‘waste material’. Demikian pula, biaya yang harus dikeluarkan karena resiko kerusakan akibat kesalahan posisi pemancangan maupun benturan pada waktu handling, transportasi maupun penumpukan, relatif kecil. Dengan berat material yang lebih rendah dibandingkan pipa pancang beton pratekan. Di samping kemungkinan rusak akibat handling juga tidak ada. Sedangkan untuk pipa beton pratekan, ada kemungkinan retak jika terjadi salah perletakan titik angkat.

Karena lebih ringan, biaya transportasi tiang pancang baja juga lebih rendah. Terlebih, pada transportasi melalui laut. Karena biaya transportasi pipa baja ditentukan oleh volume dan space penumpukan. Sedangkan untuk pipa pancang beton dihitung berdasarkan berat. Apalagi biaya transportasi per meter kubik ruang sama dengan per ton berat, maka biaya transportasi tiang pancang baja lebih murah sekitar 25-50 persen dibandingkan pipa beton pratekan.

Adapun dari segi biaya pemancangan untuk dimensi yang sama dengan pipa per ton, peralatan yang digunakan untuk memancang pipa baja lebih sederhana. Baik crene pancang, peralatan yang digunakan, diesel hammer, maupun sarana peralatan lainnya. Dengan kata lain, dengan peralatan yang sama, produksi pemancangan bisa lebih besar dibandingkan tiang beton. Yang berarti pula, biaya pancang per satuan panjang lebih murah.

Dalam menjelaskan biaya sebelum pemacangan, Ir. Suyono Sumatri dan Ir. Sukarno AW dari PT. Waskita Karya  (seperti yang diungkap, Majalah Konstruksi, no.242, 1997), memberi contoh pada pemancangan di laut. Biasanya, untuk pekerjaan ini diadakan stock. Untuk stock yang besar, umumnya ditempatkan di darat. Guna menjamin ketersediaan material, di dekat ponton pancang dibutuhkan adanya ponton untuk menempatkan stock pipa, yang besar kecilnya tergantung jarak pemancangan  ke darat serta berat rencana stock. Untuk pipa pancang yang lebih berat, dibutuhkan ponton yang lebih besar. Tetapi, pada penggunaan pipa baja, jika jarak titik pancang ke darat relatif dekat, ponton untuk stock pipa tidak diperlukan. Karena pipa baja bisa dikirim dari darat ke lokasi dengan cara diapungkan. Sehinggah, biaya transportasi lebih murah.

Material baja memiliki sifat kuat, lentur, ulet dan mudah disambung dengan cara las. Namun kelemahannya, baja mudah berkarat, sehingga diperlukan pemancangan khusus. Dengan sifat-sifat tersebut, tiang pancang pipa baja memiliki keuntungan-keuntungan yang tidak dimiliki pipa beton. Antara lain, tahan terhadap benturan, mutu sambungan dengan las bisa setara dengan bahan dasar pipanya. Sementara untuk pamancangan di laut, khususnya untuk konstruksi yang memerlukan akurasi posisi yang tinggi, pada saat dipancang, pipa baja dimungkinkan untuk ditarik-tarik tanpa kuatir retak atau rusak.

Namun, dibalik keuntungan, ada juga kelemahannya. Dalam pelaksanaan, pada saat pemancangan, bisa jadi terjadi robek pada sambungan spiral pipa pancang. Di samping itu, terutama di laur pulau Jawa (juga di Provinsi Riau), sampai sekarang masih sulit untuk mendapatkan tenaga tukang las yang ahli, sehingga penyambungan yang seharusnya mudah, menjadi sulit dilakukan dengan baik dan betul.

Dari aspek pelaksanaan, penggunaan pipa pancang baja dimungkinkan lebih pendek waktunya. Karena hal itu bisa terjadi, antara lain. Pertama, ketersediaan berbagai ukuran dan pabrikasinya yang relatif cepat. Kedua, peamcangan dilakukan dengan ujung pipa terbuka ‘open end’, sehingga masuknya pipa lebih mudah, dan perlawanan penumbukan relatif kecil. Ketiga, lebih mudah dalam pengangkutan, handling maupun penumbukan. Keempat, penyambungan dengan sistem las, lebih cept dan mudah. Demikian pula dengan pemotingan. Kelima, hampir tidak memerlukan perbaikan akibat cara penumpukan, handling maupun pemancangan.

Namun, kadangh-kadang terjadi juga hal-hal yang memperlambat pelaksanaan di lapangan. Misalnya, tiang pancang harus diisi beton, sehingga pipa hanya berfungsi sebagai pelindung (casing). Atau, sering pula pemancangan duharuskan dengan ‘Close ended’. Srehingga, dapat menimbulkan ‘over time’.

Berdasarkan pengalaman, pipa pancang baja mampu menembus lapisan lensa yang mempunyai nilai ‘N’ SPT sampai 80. Lapisan keras ini tidak cukup tebal, sehingga tidak mampu menahan beban yang direncanakan. Karena itu, pemancangan dilakukan hingga mencapai kedalaman yang dikehendaki. Hal ini dapat dilakukan tanpa diperlukan pengeboran dan tiang baja tidak mengalami kerusakan.***

About these ads

9 responses to “Menyoal Pipa Pancang Baja

  1. Terima kasih, bapak telah menguraikan panjang lebar tentang pemancangan dengan material tiang spiral baja yang bisa menembus lensa N SPT sampai 80, mohon penjelasan bapak tentang yang saya kerjakan dengan tiang pancang baja D32″ L=36m, tebal 14mm dengan ujung pipa (“open end”) plus dari ujung pipa saya memakai sepatu (ring) dengan D25″ saya las penuh sebagai penahan dan penembus lensadan saya laksanakan di laut offshore (pembuatan Jetty). Namun di posisi kedalaman 24m sesuai dengan data BH di kedalaman yang sama tersebut N SPT =50 dengan gradasi material Tuff BRACCIA, ( dark grey, a volcanic material ,consisted of fines ( clay to silt ), sand, gravel
    to boulder of andesite in cemented form,moderately weathered = HARD), setebal 2m , dimana saya driving dengan hammer K45 dengan mencapai final set akhir 10 blows/9mm, ternyata setelah mencapai final set tersebut dari 3 hari pemancangan diadakan test PIT untuk mengetahui kelayakan dari mutu tiang tersebut dan hasilnya pada kedalaman 20m ada sesuatu dan dinyatakan bahwa tiang tersebut terjadi kerusakan di 22m, hasil yang pasti tiang tersebut kelipat ( mirip spiral per ).
    Mohon penjelasan bapak bagaimana menyiasati tiang seperti ini, apakah memang benar N-SPT diatas 50 bisa ditembus, terima kasih.

  2. Terimakasih Sdr. Budiyono Anda mau berbagi pengalaman di Blog ini. Bisa atau tidaknya pipa baja ini menembus N=80 sangatlah tergantung ketebalan dan karakteristik lapisan lensa itu. Bila tiang memang tidak bisa lagi menembus lapisan lensa yang tebalnya 2 meter dengan N=50, saya kira salah satu alternatifnya, Anda masih bisa mempergunakan mesin bor untuk menambus lapisan ini pada titik -titik lainya.
    Mudah-mudahan para pembaca lainya di blok ini bisa membagi pengalamannya juga di sini, trims. semoga.

  3. Metode pelaksanaan pancang di air sungai atau laut maupun pantai bgm yag paling efektif,Tks

  4. terima kasih pak atas informasinya,..
    tp sy ad msi kebingungan saat menghitung berat tiang pancang untuk pipa baja pda saat pengangkatan,rumus ap yg hrus dgunakan,apakah luas (cincin lingkaran) dikali dengan berat jenis baja,ataukah luas (cincin lingkaran) dikali pnjang tiang dikali berat jenis baja? trima ksih sblumnya pak

  5. Tepat sdr Dyordani, Luas penampang baja ring/cicin kali panjang dan dikalikan dengan berat isis baja (7.850 kg/m3)

  6. Terima Kasih atas artikelnya, memenuhi kebutuhan saya untuk mendapatkan informasi pengalaman di lapangan mengenai pemancangan tiang khususnya pemancangan tiang pancang untuk menembus Nspt>50.

    seringkali saya menemui situasi seperti ini, khususnya pada proyek2 perencanaan jetty/ dermaga.

    pada titik-titik tertentu, dijumpai gaya cabut tiang yang menyebabkan tiang itu harus dipancang lebih dalam, padahal untuk memenuhi gaya tekan tidak diperlukan pemancangan sedalam itu pada titik tersebut. kemudian saya putuskan untuk mendesain tiang pancang tanpa menggunakan sepatu tertutup (pencil shoe), namun ujungnya dibiarkan terbuka (open end) agar memudahkan penetrasi lebih dalam.

    apakah langkah yang saya lakukan sudah benar?

    selain itu, sejauh mana tiang pancang baja ini dapat dipancang menembus lapisan (bukan lensa) dengan Nspt>50?

    terima kasih
    Agung Gunawan – Bandung

  7. salam sejahtera, saya mau tanya berapa harga 2011 dan 2012 utk tiang pancang diameter 406 tinggi 12 meter..mhn info dan bantuan demi perbandingan harga>>>>>>>>>>>>>>>>tks

  8. khususnya tiang pancang baja pak, apa keuntungan tiang pancang baja dengan model ulir utk bidang konstruksi dermaga…………..tks

  9. butuh analisa produktifitas alat pancang (ponton pancang), yang tau tolong donkkkk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s