Metode Pekerjaan Struktur Bawah Gedung


(metode konvensional, metode top-down, dan metode semi top-down)

Ir. Rony Ardiansyah, MT, IP-U.

Praktisi  HAKI (Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia)

Pertanyaan:

Dalam melaksanakan pembagunan gedung bertingkat atau bertingkat banyak kita kenal dengan beberapa metode pelaksanaan. Mohon jelaskan apa perbedaan: Sistem Konvensional, Sistem Top Down, dan Sistem Semi Top Down. Apa yang dimaksud dengan tiang King Post pada sistem Top Down?

Jawab:

Keberadaan bangunan sekitar gedung memberikan andil dalam proses penentuan metode pelaksanaan struktur bawah. Hal tersebut disebabkan oleh adanya pengaruh pergerakan tanah sekitar, kebisingan dan debu sering menjadi hambatan dalam pelaksanaan pekerjaan struktur bawah gedung. Metode pekerjaan struktur bawah gedung ini terdapat beberapa jenis. Penggolongan metode pekerjaan berdasarkan arah kerjanya dibagi menjadi tiga yaitu metode konvensional, metode top-down, dan metode semi top-down. Berikut dijelaskan mengenai metode-metode tersebut:

Sistem konvensional

Pada sistem ini, struktur basement dilaksanakan setelah seluruh pekerjaan galian selesai mencapai elevasi rencana (sistem bottom up). Pelat basement paling bawah dicor terlebih dahulu, kemudian basement diselesaikan dari bawah ke atas, dengan menggunakan scaffolding. Kolom, balok dan slab dicor di tempat (cast in place). Pada sistem ini, galian tanah dapat berupa open cut atau dengan sistem dinding penahan tanah yang bisa sementara dan permanen. Sistem dinding penahan tanah dapat dengan perkuatan strutting, ground anchor atau free cantilever.

Sistem Top Down

Pada sistem ini, struktur basement dilaksanakan bersamaan dengan pekerjaan galian basement. Urutan penyelesaian balok dan plat lantainya dimulai dari atas ke bawah, dan selama proses pelaksanaan, struktur plat dan balok tersebut didukung oleh struktur tiang (king post) yang dipasang bersamaan dengan bored pile. Pada dinding basement dicor sistem dinding penahan tanahnya yang dapat berupa diafragma wall atau contiguous pile yang dapat bersifat permanen dan temporary yang juga berfungsi sebagai cut off dewatering.

Sistem Semi Top Down

Pada sistem ini, pelaksanaannya hampir sama dengan metode sistem top-down. Perbedaannya adalah terletak pada pekerjaan struktur atasnya yang dapat dikerjakan bersamaan dengan pekerjaan struktur bawah.

About these ads

One response to “Metode Pekerjaan Struktur Bawah Gedung

  1. assalamualaykum ,PAk Rony
    saya mau tanya tentang metode konstruksi dinding diafragma ,
    saya baru belajar tentang ini dan saya mau atanya ada berapa metode cara kerja pembangunan dinding diafragma ini . dan apakah aplikasinya hanya untuk ruangan basement saja ? mohon penjelasan..
    terima kasih
    wassalam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s