ANDAL, AMDAL dan Daya Dukung Lingkungan


Ir.Rony Ardiansyah, MT
Dosen Teknik sipil UIR

Riau sebagai propinsi yang sedang berkembang dan sedang pesat-pesatnya membenahi diri, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyatnya dengan pembangunan di segala bidang termasuk prasarana dan industri, seringkali masalah menjaga kelestarian lingkungan belum cukup mendapat perhatian. Salah satu contoh ialah, misalnya; kurangnya perhatian terhadap pencemaran air sungai Siak yang sudah sampai pada taraf yang sangat mengkuatirkan. Data dari Bappedal Wilayah I tahun 1998/1999 saja tercatat bahwa jumlah sampah disepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Siak mencapai 525 ton per hari. Terdiri dari sampah organik (70%), plastik (20%), logam (5%) dan kaca (5%).
Hasil penelitian Tim Rona Lingkungan Hidup Unri menyebutkan bahwa luas DAS Siak secara keseluruhan mencapai lebih kurang 16.608,895 Km2, dengan panjang alur sungai terdalam di Indonesia ini mencapai 300 Km dan kedalaman 5 hingga 15 meter, kondisi air sungai Siak terus dibabani berbagai limbah yang mengakibatkan beberapa hal. Diantara lain hilangnya daerah resapan akibat penebangan hutan, hilangnya vegetasi di sepanjang DAS Siak, Abrasi bibir sungai, tingginya sedimentasi, pendangkalan dan penurunan kualitas air secara fisika kimia dan biologi. (riau pos, 22-11-2003)
DAS Siak yang meliputi Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Siak, Kota Pekanbaru dan sebahagian Kabupaten Bengkalis. Pada tahun 1970 an, mutu air sungai Siak masih bersih, jernih dan banyak jenis ikan maupun udangnya, bahkan tanpa memasang umpan pada pancing sekalipun kita bisa mendapatkan “ikan juaro” .Saya masih ingat rumah saya yang terletak dipinggir sungai Siak di Siak Sri Indrapura, kami mandi dengan air sungai yang bersih dan jernih, bahkan air minumpun berasal dari sungai ini. Tetapi kualitas airnya sekaramg tidaklah seperti saat itu, penurunan kualitas dapat dilihat dari peningkatan industri yang menyebabkan kekeruhan air, senyawa toksik, logam berat serta naiknya BOD, COD dan turunnya DO (oksigen dalam air). Beban itu mengalir dari limbah industri dan pabrik, limbah rumah makan dan restoran, limbah rumah tinggal, sampah organik, plastik, logam dan kaca.
Kelestarian lingkungan dalam hal ini adalah yang bersifat dinamis dimana lingkungan tetap mampu mendukung taraf hidup yang lebih tinggi, berarti dampak yang ditimbulkan oleh pembangunan masih dapat diserap dengan baik oleh daya dukung lingkungan di sekitarnya. Dampak adalah segala perubahan lingkungan yang disebabkan oleh suatu kegitan , bisa jadi pembangunan proyek dan beroperasinya unit hasil proyek. Kegitan ini akan membawa perubahan yang positif maupun negatif terhadap lingkungan. Oleh sebab itu, maka harus didasarkan pada wawasan lingkungan dengan memperbesar dampak positif dan memperkecil dampak negatif.

Undang-Undang Pengelolaan Lingkungan
Menyadari akan besarnya dampak kegiatan pembangunan yang dapat berpengaruh terhadap lengkungan hidup, maka pemerintah mengeluarkan Undang-Undang no. 4 tahun 1982 tentang ketentuan pokok pengelolaan lingkungan, sedangkan pelaksanaannya dituangkan dalam PP no. 29 Tahun 1986. Undang-undang beserta peraturan pelaksanaan tersebut dimaksudkan sebagai sarana untuk melakukan pencegahan terhadap suatu rencana kegiatan, misalnya proyek yang mungkin dapat menyebabkan kerusakan lingkungan.
Dalam undang-undang tersebut pengelola lingkungan hidup diwajibkan berpegang pada asas pelestarian lingkungan yang serasi dan seimbang bagi peningkatan kesejahteraan manusia. Dengan demikian, diharapkan dapat menjamin pembangunan yang berkesinambungan dengan tidak menurunkan potensi sumber daya yang dapat diperbarui.

ANDAL & AMDAL
Dalam hal ini, perlu diperhatikan perbedaan antara Anlisis Dampak Linkungan (ANDAL) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Yang dimaksud dengan AMDAL adalah hasil studi mengenai dampak suatu kegiatan yang direncanakan dan diperkirakan mempunyai dampak penting terhadap lingkungan hidup. Analisis ini meliputi keseluruhan pembuatan 5 dokumen penting yang terdiri dari PIL (penyajian informasi lingkungan), KA (kerangka acuan), ANDAL, RPL (rencana pemantauan lingkungan), dan RKL (rencana pengelolaan lingkungan)
Adapun ANDAL adalah telaahan secara cermat dan mendalam tentang dampak penting suatu kegiatan yang direncanakan. Arti dampak penting disini adalah perubahan lingkungan yang amat mendasar yang diakibatkan oleh kegiatan. Pengertian diatas yang perlu digarisbawahi adalah tidak semua rencana kegiatan harus dilengkapi dengan ANDAL, tetapi hanya kegiatan yang dianggap akan mempunyai dampak penting terhadap lingkungan hidup.
Pengelola proyek, seperti Pinpro perlu mengetahui porsedur atau tata cara dan perundangan yang mengatur kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan, khususnya AMDAL. Kemudian Pinpro bertindak mewakili pemrakarsa proyek membantu semua pihak yang berurusan dengan pengkajian dampak lingkungan demi lancarnya mempersiapkan AMDAL dengan mengsuplai data dan informasi lainnya.
Membuat ANDAL
Usulan proyek datang dari pemrakarsa, yaitu orang atau badan yang mengajukan dan bertnggung jawab atau suatu rencana kegiatan yang dilaksanakan. Usulan poryek kemudian mengalami penyaringan yang bertujuan menentukan perlu tidaknya dilengkapi ANDAL. Penyaringan dilakukan dengan “Penyajian Informasi Lingkungan” – PIL.
Dalam pada itu, bila pemrakarsa sejak awal berpendapat bahwa usulan proyeknya akan memiliki dampak penting, maka pemrakarsa bersama instansi yang bertanggung-jawab dapat langsung membuat ANDAL dengan terlebih dahulu menyiapkan kerangka acuan. Jadi, dalam hal ini tidak diperlukan PIL. Pada PP no.51 tahun 1993 ketentuan mengenai PIL tersebut ditiadakan. Bila instansi yang bersangkutan memutuskan perlu membuat ANDAL, maka pemrakarsa bersama instansi tersebut menyusun kerangka acuan TOR sesuai dengan pdoman yang ditetapkan bagi analisis dampak lingkungan.
Pemrakarsa membuat ANDAL sesuai pedoman yang ditetapkan, kemudian diajukan kepada instansi yang bertanggung jawab untuk dikaji dan mendapatkan keputusan. Terdapat 3 kemungkinan hasil penilainan. Pertama, ANDAL disetujui, kemudian pemrakarsa melanjutkan membuat RKL dan RPL. Kedua, ditolak karena dianggap kurang lengkap atau kurang sempurna. Untuk ini diperlukan perbaikan dan diajukan kembali. Ketiga, ANDAL ditolak karena diperkirakan dampak negatif yang tidak ditanggulangi oleh ilmu dan teknologi, yang telah ada lebih besar dibandingkan dampak positifnya. Untuk butir ketiga , pemrakarsa diberi kesempatan mengajukan keberatan kepada instansi yang berwenang.
Dampak Penting
Telah disebutkan di atas bahwa hanya usulan poryek yang diperkirakan menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan saja yang diwajibkan membuat ANDAL. Dalam hubungan ini, indikasi dampak penting suatu kegiatan terhadap lingkungan hidup ditandai oleh hal-hal sebagai berikut; Jumlah manusia yang akan terkena dampak, Luas wilayah penyebaran dampak, Lamanya dampak berlangsung, Intensitas dampak, Banyaknya komponen lingkungan lain yang akan terkena, Sifat kumulatif dampak, dan Berbalik atau tidaknya dampak.
Lebih lanjut, berdasarkan pengalaman dan tingkat perkembangan ilmu serta teknologi diidentifikasi 8 kategori kegiatan yang potensial dapat menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan, yaitu; Pertama, pengubahan bentuk lahan dan bentang alam. Kedua, ekploitasi sumber daya alam baik yang terbarui maupun yang tidak terbarui. Ketiga, proses dan kegiatan yang secara potensial dapat menimbulkan pemborosan, kerusakan dan kemerosotan pemanfaat sumber daya alam. Keempat, proses dan kegiatan yang hasilnya dapat mempengaruhi lingkungan sosial dan budaya. Kelima, Proses dan kegiatan yang hasilnya dapat mempengaruhi pelestarian kawasan konservasi sumber daya alam dan /atau perlindungan cagar budaya. Keenam, introduksi jenis tumbuhan; jenis hewan, jasad renik. Ketujuh, pembuatan dan penggunaan bahan hayati dan nonhayati dan. Kedelapan, penerapan teknologi yang diperkirakan mempunyai potensi besar mempengaruhi lingkungan.***

About these ads

2 responses to “ANDAL, AMDAL dan Daya Dukung Lingkungan

  1. terimakasih atas infonya….
    g00d j0b……

  2. terima kasih informasinya..
    nice share..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s