“Fly Ash” Pemanfaatan & Kegunaannya


Ir. Rony Ardiansyah, MT. IP-U

Dosen Teknik sipil UIR

 

            Fly-ash atau abu terbang yang merupakan sisa-sisa pembakaran batu bara, yang dialirkan dari ruang pembakaran melalui ketel berupa semburan asap, yang telah digunakan sebagai bahan campuran pada beton. Fly-ash atau abu terbang di kenal di Inggris sebagai serbuk abu pembakaran. Abu terbang sendiri tidak memiliki kemampuan mengikat seperti halnya semen. Tetapi dengan kehadiran air dan ukuran partikelnya yang halus, oksida silika yang dikandung oleh abu terbang akan bereaksi secara kimia dengan kalsium hidroksida yang terbentuk dari proses hidrasi semen dan menghasilkan zat yang memiliki kemampuan mengikat. 

            Menurut ACI Committee 226 dijelaskan bahwa, fly-ash mempunyai butiran yang cukup halus, yaitu lolos ayakan N0. 325 (45 mili mikron) 5-27%, dengan spesific gravity antara 2,15-2,8 dan berwarna abu-abu kehitaman. Sifat proses pozzolanic dari fly-ash mirip dengan bahan pozzolan lainnya. Menurut ASTM C.618 (ASTM, 1995:304) abu terbang (fly-ash) didefinisikan sebagai butiran halus residu pembakaran batubara atau bubuk batubara. Fly-ash dapat dibedakan menjadi dua, yaitu abu terbang yang normal yang dihasilkan dari pembakaran batubara antrasit atau batubara bitomius dan abu terbang kelas C yang dihasilkan dari batubara jenis lignite atau subbitumes. Abu terbang kelas C kemungkinan mengandung zat kimia SiO2 sampai dengan dengan 70%.

Tingkat pemanfaatan abu terbang dalam produksi semen saat ini masih tergolong amat rendah. Cina memanfaatkan sekitar 15 persen, India kurang dari lima persen, untuk memanfaatkan abu terbang dalam pembuatan beton. Abu terbang ini sendiri, kalau tidak dimanfaatkan juga bisa menjadi ancaman bagi lingkungan. Karenanya dapat dikatakan, pemanfaatan abu terbang akan mendatangkan efek ganda pada tindak penyelamatan lingkungan, yaitu penggunaan abu terbang akan memangkas dampak negatif kalau bahan sisa ini dibuang begitu saja dan sekaligus mengurangi penggunaan semen Portland dalam pembuatan beton. 

Sebagian besar abu terbang yang digunakan dalam beton adalah abu kalsium rendah (kelas ”F” ASTM) yang dihasilkan dari pembakaran anthracite atau batu bara bituminous. Abu terbang  ini memiliki sedikit atau tida ada sifat semen tetapi dalam bentuk yang halus dan kehadiran kelambaban, akan bereaksi secara kimiawi dengan kalsium hidrosida pada suhu biasa untuk membentuk bahan yang memiliki sifat-sifat penyemenan. Abu terbang kalsium tinggi (kelas ASTM) dihasilkan dari pembakaran lignit atau bagian batu bara bituminous, yang memiliki sifat-sifat penyemenan di samping sifat-sifat pozolan.

Hasil pengujian yang dilakukan oleh Poon dan kawan-kawan, memperlihatakan dua pengaruh abu terbang di dalam beton, yaitu sebagai agregat halus dan sebagai pozzolan. Selain itu abu terbang di dalam beton menyumbang kekuatan yang lebih baik dibanding pada pasta abu terbang dalam komposisi yang sama. Ini diperkirakan lekatan antara permukaan pasta dan agregat di dalam beton. More dan kawan-kawan, Mendapatkan workabilitas meningkat ketika sebagian semen diganti oleh abu terbang.

Beton yang mengandung 10 persen abu terbang memperlihatkan kekuatan awal lebih tinggi yang diikuti perkembangan yang signifikan kekuatan selanjutnya. Kekuatan meningkat 20 persen dibanding beton tanpa abu terbang. Penambahan abu terbang menghasilakan peningkatan kekuatan tarik langsung dan modulus elastis. Kontribusi abu terbang terhadap kekuatan di dapati sangat tergantung kepada faktor air-semen, jenis semen dan kualitas abu terbang itu sendiri.

Dalam suatu kajian, abu terbang termasuk ke dalam kategori kelas F dengan kandungan CaO2 rendah sebesar 1,37 persen lebih kecil daripada 10 persen yang menjadi persyaratan minimum kelas C. Namun demikian kandungan SiO2 sukup tinggi yaitu 57,30 persen. Abu terbang ini, selain memenuhi kriteria sebagai bahan yang memiliki sifat pozzolan, abu terbang juga memiliki sifat-sifat fisik yang baik, yaitu jari-jari pori rata-rata  0,16 mili mikron, ukuran median 14,83 mili-mikron, dan luas permukaan spesifik 78,8 m2/gram. Sifat-sifat tersebut dihasilkan dengan menggunakan uji Porosimeter.

Hasil-hasil pengujian menunjukkan bahwa abu terbang memiliki porositas rendah dan pertikelnya halus. Bentuk partikel abu terbang adalah bulat dengan permukaan halus, dimana hal ini sangat baik untuk workabilitas, karena akan mengurangi permintaan air atau superplastiscizer. ***

About these ads

13 responses to ““Fly Ash” Pemanfaatan & Kegunaannya

  1. bagi dong bukunya pak

  2. Ir. Rony Ardiansyah, MT. IP-U, sangat menarik sekali. apakah uda ada diterbitkan atau di bukukan pak, dimanakah bisa aku dapatkan pak..
    salam

  3. Maaf Sdr Joanregar, sepanjang ini masih belum dibukukan. Artikel ini dulunya pernah terbit di Kolom Konstruksi Harian Riau Pos, beberapa tahun yang lalu, terimaksih atas perhatiannya.

  4. Ass…salam kenal Pak Rony,Saya sangat tertarik dengan artikel bapak tentang fly ash.Apakah saya bisa mendapatkan full artikel mengenai topik tersebut?kebetulan saya sedang melakukan penelitian lebih jauh tentang pemanfaatan flyash untuk beton.mungkin kita bisa berdiskusi lebih lanjut. terima kasih atas perhatiannya.
    Wassalam..

  5. Waalaikummussalam wr. wb. Sdr Herikasyanto, utk lebih lengkapnya bisa Anda baca langsung di ACI Committee 226, ASTM C.618 (ASTM, 1995:304), dan buku-buku teknologi beton lainnya, trims.

  6. Mohon info cara buat hable pakai abu batu bara bagian bawah, bukan gypsumnya. yg sy maksud bahan campuran agar abu bisa mengembang seperti bikin roti tawar. Tks

  7. Sdr Bambang. Semoga ada yang ikut shearing pada blok ini, tentang pertanyaan Anda.

  8. Ass pak…
    mw nax..apa bs sy nguji ukuran butirannya abu terbang mengguanakan analisa hidrometer….??

    klw sy menambah abu terbang ke semen pa mutu betonnya bertambah terus atu ada kemungkinan terjadi penurunan kuat tekannya???

  9. Ass Pak….

    Bagaimana membedakan beton yang sudah jadi, bagaimana membedakan bahwa beton tersebut menggunakan fly ash dan yang non fly ash..
    c

  10. Ass Pak….

    Bagaimana membedakan beton yang sudah jadi, bagaimana membedakan bahwa beton tersebut menggunakan fly ash dan yang non fly ash..

  11. terima kasih buat infonya, sangat membantu saya untuk mengerjakan skripsi, trims pak.

  12. mau tanya.. apakah abu ini bisa disamakan dengan abu yang dihasilkan dari pembakaran cangkang sawit?

    trims.

  13. Dear ir. Rony,
    terimakasih atas artikelnya, setelah membaca ini sy mencoba fly ash digunakan sebagai bahan baku pembuatan batako, alhasil kualitas batako yg saya buat sangat kuat sekali dan menghemat semen. Kebetulan ditempat sy produksi batako fly ash mudah di dapatkan
    salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s