Paving Block


(Bagaimana Metoda Pemasangan yang Baik)

 

Ir. Rony Ardiansyah, MT, IP-U.

Praktisi  HAKI (Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia)

Pertanyaan:

Yth Bapak Pengasuh Rubrik, saya pernah memasang paving blok, tetapi hasilnya sangat mengecewakan. Di samping tidak rapi, juga bergelombang. Mohon jelaskan bagaimana cara memasang paving blok yang baik. Dari: Primoya

Jawaban:

            Sdri Primoya. Pemasangan paving block yang baik harus didahului dengan pemasangan benang pelurus/pembentuk untuk menentukan arah dan bentuk pola pemasangan, dapat dimulai pekerjaan pemasangan paving block dari satu arah untuk menghindari garis pertemuan yang tidak menyambung satu sama lain, agar tidak mengurangi keindahan pola & daya ikatan paving block satu sama lain.

            Pemasangan paving block baris pertama, harus dijaga kelurusannya, dan mengikuti benang pembantu dengan sudut yang tepat terhadap beton pembatas dipinggirnya.

            Lubang sisa di pinggir lapisan aving block yang dengan pola tulang ikan 45 derajat, diisi dengan: a/. Jika lubang sisa > ½ satuan, diisi dengan potongan paving block sesuai dengan bentuk dan besarnya. b/. Jika lubang sisa < ½ satuan, diisi dengan potongan paving block yang sesuai atau diisi dengan beton cor setempat. c/. Lubang pinggir antara beton pembatas dan lapisan paving block diisi dengan paving block berbentuk segi 4, yang dapat difungsikan sebagai tali air di depan benang pembatas.

            Setelah pemasangan paving block mencapai luas 20 @  30 m2, segera dilakukan pemadatan dengan plate compactor, agar paving block mendesak ke dalam lapisan pasir atas, sehingga timbul gaya saling mengunci antar paving block aau sama lain.

            Pada bagian pinggir lapisan paving block selebar 100 cm, tidak ikut dipadatkan dengan plate compactor lebih dahulu, agar paving block pinggir yang masih terbuka pinggirnya itu, tidak bergeser atau celahnya menjadi lebih lebar dari pola pemasangan.

            Setelah lapisan paving block dipadatkan dengan alat pengetar, lalu ditebarkan pasir pengisi atau abu dengan sikat ijuk atau sapu lidi. Lebar celah antar paving block yang baik, adalah 2-4 mm. Jika lebar celah < 2 mm, pasir pengisi tak dapat memasuki, sehingga paving block mudah pecah bila menerima beban di atasnya. Jika lebar celah > 4 mm, tidak tercapai pola nampak tidak indah lagi.***

About these ads

One response to “Paving Block

  1. Susunan perkerasan paving yang baik yang susunannya seperti apa? Saya pernah mendengar ada susunan dari atas-bawah :
    1. tabur abu batu/pasir untuk celah – paving – pasir 10 cm – sirtu yang dipadatkan
    2. tabur abu batu untuk celah – paving – abu batu 5 cm – sirtu yang dipadatkan
    3. tabur abu batu/pasir untuk celah – paving – sirtu halus 5 cm – pasir 5 cm – sirtu yang dipadatkan.

    Saya pernah mendengar kasus, pasir di bawah paving dengan tebal 10 cm, setelah dikenai beban, pasir pengunci celah terdesak keluar, pasir bawah paving keluar lewat celah shg mengakibatkan paving turun. Bagaimana cara menghindari penurunan yang semacam ini?

    Terima kasih bantuannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s