Konstruksi Sumur Resapan Yang Baik


Pertanyaan:

Bagaimana sebaiknya Sumur Resapan di Pekarangan Rumah Kita Dibuat? Apa saja persyaratan sebuah sumur resapan? Dan apa spesifikasi sebuah sumur resapan? Bagaimana bila ketemu muka air tanah, berapa jarak dasar sumuran terhadap muka air tanah yang ada?

Jawaban:

Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang Tata Cara Perencanaan Sumur Resapan Air Hujan untuk Lahan Pekarangan, menetapkan beberapa persyaratan umum yang harus dipenuhi sebuah sumur resapan yaitu : 1. Sumur resapan harus berada pada lahan yang datar, tidak pada tanah berlereng, curam atau labil. 2. Sumur resapan harus dijauhklan dari tempat penimbunan sampah, jauh dari septic tank (minimum lima meter diukur dari tepi), dan berjarak minimum satu meter dari fondasi bangunan. 3. Penggalian sumur resapan bisa sampai tanah berpasir atau maksimal dua meter di bawah permukaan air tanah. Kedalaman muka air (water table) tanah minimum 1,50 meter pada musim hujan.

Struktur tanah harus mempunyai permeabilitas tanah (kemampuan tanah menyerap air) lebih besar atau sama dengan 2,0 cm per jam (artinya, genangan air setinggi 2 cm akan teresap habis dalam 1 jam), dengan tiga klasifikasi, yaitu : a. Permeabilitas sedang, yaitu 2,0-3,6 cm per jam. b.Permeabilitas tanah agak cepat (pasir halus), yaitu 3,6-36 cm per jam.c.Permeabilitas tanah cepat (pasir kasar), yaitu lebih besar dari 36 cm per jam.

Spesifikasi Sumur Resapan dapat dibuat oleh tukang pembuat sumur gali berpengalaman dengan memperhatikan persyaratan teknis tersebut dan spesifikasi sebagai berikut: Penutup Sumur untuk penutup sumur dapat dipilih beragam bahan diantaranya : a.Pelat beton bertulang tebal 10 cm dicampur dengan satu bagian semen, dua bagian pasir, dan tiga bagian kerikil. b.Pelat beton tidak bertulang tebal 10 cm dengan campuran perbandingan yang sama, berbentuk cubung dan tidak di beri beban di atasnya atau, c. Ferocement (setebal 10 cm).

Dinding sumur bagian atas dan bawah untuk dinding sumur dapat digunakan bis beton. Dinding sumur bagian atas dapat menggunakan batu bata merah, batako, campuran satu bagian semen, empat bagian pasir, diplester dan di aci semen. Pengisi Sumur. Pengisi sumur dapat berupa batu pecah ukuran 10-20 cm, pecahan bata merah ukuran 5-10 cm, ijuk, serta arang. Pecahan batu tersebut disusun berongga. Saluran air hujan. Dapat digunakan pipa PVC berdiameter 110 mm, pipa beton berdiameter 200 mm, dan pipa beton setengah lingkaran berdiameter 200 mm. Satu hal yang penting, setelah sumur resapan dibuat, jangan lupakan perawatannya. Cukup dengan memeriksa sumur resapan setiap menjelang musim hujan atau, paling tidak, tiga tahun sekali.***

About these ads

3 responses to “Konstruksi Sumur Resapan Yang Baik

  1. Cara menghitung permeabilitas tanah menggunakan metode auger hole terbalik itu bagaimana??. terima kasih mohon dibalas di email.

  2. bagai mana poroses sebaiknya unuk pembuatan sumur sehat, banya yg bilang 3-4mt dari permukan tanah harus di plaster ditambah yg paling membingungkan ungkapan-ungkapan yg beda beda mengenai dasar sumur…
    ada yang bilang dikasih pasir/pecahan batu/arang kelapa/ijuk dll….
    mohon bantuannya proses yang baik dan benar untuk sumur sehat..

  3. farid setiawan

    haduh boss ribet amat yach

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s